Modul 2 berfokus pada praktik penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam produksi konten jurnalistik. Pembahasan bergerak dari pemilihan alat, penyusunan prompt, transformasi konten lintas platform, hingga penyusunan alur kerja dengan titik pemeriksaan editorial. Modul ini menekankan bahwa kecanggihan alat bukan satu-satunya dasar pemilihan. Jurnalis dan redaksi perlu mempertimbangkan fungsi, keamanan data, akurasi, bias, transparansi sistem, hak cipta, asal-usul konten, ketergantungan pada platform, dan bentuk pengawasan manusia. Kerangka prompting jurnalistik digunakan untuk memperjelas konteks, tugas, batasan, dan format hasil, tetapi prompt yang baik tidak menjamin keluaran yang benar. Benang merah modul ini adalah kendali editorial. Keluaran AI harus diperlakukan sebagai bahan yang belum terverifikasi, bukan sebagai produk jurnalistik yang otomatis siap tayang. Setiap penggunaan AI perlu ditempatkan dalam proses pemeriksaan sumber, fakta, kutipan, konteks, bias, media sintetis, pengungkapan, serta persetujuan editorial. Dengan demikian, efisiensi yang ditawarkan AI tetap berjalan bersama akurasi, integritas, dan tanggung jawab kepada publik.
Copyright © Setaraberdaya.com. All Rights Reserved.